Back To Normal

Subscribe To Our E-Mail Newsletter

Tampilkan postingan dengan label jenis lisensi microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis lisensi microsoft. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Apa itu Lisensi OEM, FPP, dan OLP? Ini Dia Jawabannya

Pc Server Terbaik atau perangkat lunak komputer yang telah diakui sebagai salah satu aset perusahaan yang bernilai. Di Indonesia secara khusus, software telah dianggap seperti benda-benda berwujud lainnya yang memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu pemilik software berhak untuk memberi ijin atau tidak memberi ijin orang lain untuk menggunakan softwarenya. Dalam hal ini ada aturan hukum yang berlaku di Indonesia yang secara khusus melindungi para programmer dari pembajakan software yang mereka buat, yaitu diatur dalam hukum hak kekayaan intelektual (HAKI).



Di dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, hukum hak kekayaan intelektual mencakup 4 macam perlindungan, yaitu hak cipta, paten, rahasia dagang dan merek. Pada mulanya software atau perangkat lunak tidak masuk kedalam kategori hak cipta kekayaan intelektual yang dilindungi undang-undang. Sebelum tahun 80-an software dianggap tidak memiliki ciri-ciri sebuah karya seni atau karya tulis terlebih software tidak memiliki bentuk yang berwujud, sedangkan suatu karya baru dianggap memiliki hak cipta jika ketiga unsur tersebut terpenuhi. Baru pada akhir tahun 1980-an muncul respon keras dari pemerintah Amerika dan Perusahaan Perangkat Lunak untuk memasukkan Software ke dalam perlindungan hak cipta, dan usaha tersebut membuahkan hasil. Di Indonesia pun mengamandemen undang-undang hak cipta dengan menggolongkan komputer kedalam kategori karya tulis, tercantum dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Berbicara masalah lisensi software, saat ini ada beberapa macam lisensi software yang bisa dipakai. Programmer berhak menentukkan dan memilih jenis lisensi untuk software yang mereka buat. Sehingga ketika ada end user atau pengguna software milikinya yang melanggar peraturan pada lisensi software tersebut, maka si programmer atau pemilik software berhak melakukan tindakan tegas. Tindakan tersebut tergantung kepada jenis lisensinya, bisa dengan mengakhiri lisensi sehingga si end user tidak bisa lagi menggunakan softwarenya, atau bisa juga dengan tindakan berupa tuntutan hukum pengadilan.

MACAM-MACAM LISENSI SOFTWARE
Berikut adalah macam-macam lisensi software yang perlu diketahui :

Lisensi Freeware, Lisensi ini biasanya ditemui pada piranti lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya antara lain adalah software-software plug in yang biasa menempel pada software induk seperti software Eye Candy yang menempel pada Adobe Photoshop atau program untuk mengkonversikan favorite test-IE ke bookmark-Netscape.

Lisensi Trial Software, Lisensi ini merupakan jenis lisensi yang biasa ditemui pada piranti lunak untuk keperluan demo dari sebua software sebelum diluncurkan ke masyarakat. Lisensi ini mengijinkan pengguna untuk menggunakan, mencopy atau menggandakan software tersebut secara bebas. Tetapi karena bersifat demo, maka seringkali piranti lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersilnya. Lagipula perangkat lunak versi demo biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu. Contoh program tersebut misalnya program Adobe Photoshop CS Trial Version 30 for days.

Lisensi komersial (full version), Software yang diciptakan dengan lisensi ini, memang dibuat untuk kepentingan komersial. Sehingga pemakai yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan ijin penggunaan dari pemegang hak cipta. Misalnya : Sistem operasi Microsoft Windows (98, ME, 200, 2003, Vista), Microsoft Office, PhotoShop, Corel Draw.

Lisensi Non Commercial Use, lisensi ini biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau yayasan tertentu di bidang sosial. Sifatnya yang tidak komersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu. Contoh perangkat lunak yang memiliki lisensi ini adalah program Star Office yang dapat berjalan di bawah sistem operasi Linux dan Windows sekaligus.

Lisensi Shareware, merupakan lisensi yang mengijinkan user untuk menggunakan atau menggandakan tanpa harus ijin pemegang hak cipta. Tetapi berbeda dengan Trial Software, lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu dan belum memiliki feature yang lengkap. Lisensi jenis ini biasanya ditemui pada piranti lunak perusahaan kecil. Beberapa contoh software kecil yang memiliki lisensi ini seperti Winzip, Paint Shop Pro, ACDsee dan lain sebagainya.

Lisensi Open Source, adalah lisensi yang membebaskan penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Berbagai jenis lisensi open source berkembang sesuai dengan kebutuhan misalnya lisensi GNU/GPL, The FreeBSD, The MPL. Sedangkan jenis-jenis perangkat lunak yang memakai lisensi ini misalnya Linux, sendmail, apache dan FreeBSD .

Lisensi Royalty-Free Binaries, Perangkat lunak yang memiliki lisensi Lisensi Royalty-Free Binaries serupa dengan lisensi freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi untuk melengkapi perangkat lunak yang sudah ada dan bukan merupakan suatu piranti lunak yang berdiri sendiri.

Open atau Select Lisence, Jenis lisensi yang diberikan kepada suatu pengguna yang telah membeli atau membayar lisensi untuk penggunaan software tertentu yang akan dipasang (install) ke beberapa perangkat komputer yang akan dipergunakan.

Original Equipment Manufacture (OEM), Merupakan jenis lisensi yang diberikan kepada setiap perangkat yang dibeli secara bersamaan dengan penggunakan software-nya.
Full Price (Retail Product), adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap pengguna yang telah membeli software secara terpisah dengan perangkat keras (hardware) secara retail. Biasanya pembelian perangkat lunak (software) ini akan dilengkapi dengan satu lembar surat lisensi yang lengkap dengan packaging serta manual book dari software tersebut.

Academic License, adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap institusi pendidikan (sekolah-sekolah atau kampus) dengan harga khusus dan biasanya dengan sejumlah potongan tertentu (non komersial) dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut.

Lisensi khusus bagi Independen Software Vendor (ISV), Jenis Independen Software Vendor (ISV) ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap Independen Software Vendor (ISV) untuk pembelian software-software yang digunakan untuk pembuatan aplikasi (Development Tools Software) dengan harga khusus dan biasanya dengan sejumlah potongan tertentu dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut. Saat ini perusahaan pembuatan software seperti Microsoft Indonesia sudah mengeluarkan jenis lisensi ini yang khusus diberikan kepada ISV-ISV yang berada di bawah pembinaan Microsoft Indonesia


Demikian ulasan mengenai jenis license microsoft, semoga bermanfaat.
Read More


Rabu, 22 Juni 2016

Inilah Arti dan Jenis Lisensi Microsoft yang Perlu Anda Ketahui

Sebagai sebuah raksasa IT, Microsoft memang sudah sangat terkenal di dunia dengan produk-produknya seperti operating sistem Windows dan Office. Apalagi saat ini pabrikan asal negeri Paman Sam ini sedang gencarnya mempromosikan produk terbaru mereka yaitu Office 365 untuk bisnis dan personal.

Semua produk yang dijual oleh Microsoft ini memiliki license yang berbeda yang sesuai dengan kebutuhan dari penggunanya. Ada beberapa jenis license Microsoft yang umumnya ditemukan pada produk Microsoft yang biasa Anda gunakan sehari-hari seperti OEM, OLP, FPP, Open License dan OLP Charity.

Istilah diatas tentunya memiliki artinya masing-masing. Mari kita bahas satu persatu biar lebih paham dan tahu seputar istilah dari produk Microsoft ini:

Jenis Lisensi Microsoft 

1. OEM (Original Equipment Manufacturer)
Software atau produk dengan lisensi ini umumnya terdapat pada perangkat komputer seperti PC/Laptop/Server dan hanya bisa digunakan hanya pada komputer tersebut. License OEM pada Komputer tersebut jadi tidak valid atau berlaku jika menggunakan hardware yang lain, misalnya saja pada motherboard.

2. OLP (Open License Program)
License OLP dari segi harga lebih mahal dari versi OEM karena software ini sifatnya berdiri sendiri dan tidak tergantung pada hardware yang digunakan sehingga dapat di install di beberapa perangkat atau komputer sekaligus. License ini bagusnya buat buat perusahaan karena bisa di install sekaligus pada PC dan tentunya lebih menghemat biaya.

3. FPP (Full Packet Product)
Lisensi FPP ini berupa paketan yang terdiri dari CD instalasi, buku manual dan lisensi. Adapun perbedaaanya dengan versi OEM adalah software ini dapat dipakai walaupun penggunaya berganti computer. Dari segi harga lebih mahal dari OEM.

4. Open License
Open License hadir dalam dua jenis yaitu Open Business dan Open Volume. Model Open Business lebih efektif jika digunakan untuk perusahaan kecil menengah kebawah dengan pemesanan minimal 5 unit. Sedangkan, model Open Volume cocok unuk perusahan besar karena pembeliannya minimal 500 unit dengan harga lebih murah dari Open Business karena berdasarkan kuantitas.

5. OLP Charity
Lisensi OLP Charity merupakan license khusus untuk organisasi non profit yang membeli software original dari Microsoft. Harganya yang diberikan oleh Microsoft juga lebih murah dan tentunya harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu untuk bisa mendapatkannya.

Itulah beberapa jenis license Microsoft yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat dan belilah Microsoft original sesuai dengan kebutuhan Anda.
Read More